Tanpa terasa waktu atau masa telah menggeser dari 1433 H memasuki tahun baru 1434 H. Tak ada pesta kembang api, mercon serta rangkaian acara hura hura, layaknya pergantian tahun masehi. Inilah khas pergantian tahun hijriah yang lebih bernuansa introspeksi, perenungan atau komtemplasi.
Marhaban yaa Muharram. Selamat tahun baru hijriah kepada semua ummat islam, semoga awal hijriah ini menjadi moment penting untuk mengingatkan kepada kita, apakah kita telah mengikuti jejak Rasulullah SAW ber-hijrah? Dari masa yg kelam penuh prasangka, kecemasan ke masa yg cerah, penuh keadilan dan kecintaan.
Seperti firman Allah QS.Al-ashr: “..Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang-orang yg beriman, beramal shaleh, dan saling menasehati dalam hal kebenaran dan menetapi kesabaran.
Peringatan 1 Muharram menjadi bukti kecintaan kita kepada tahun hijriah. Dengan esensi utama adalah harapan kita semua untuk menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Bagaimanapun kita harus sadar masih belum mampu menjalankan secara kaffah perintah dan hukum-hukum-Nya.
Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan, untuk melanjutkan ibadah kita sebagai hamba Allah, dan melanjutkan karya dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.
Kita harus sadar tahun baru Islam 1 Muharam, selalu mendatangkan semangat baru bagi umat Islam, baik di negeri ini maupun di seluruh dunia, untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan serta amal shaleh serta untuk kemashlatan umat.
Pergantian tahun hijriah hendaknya menjadi moment bagi kita untuk kita selalu dekat denganNya, selalu berdoa dan berdzikir, bertafakur, agar justru memasuki tahun baru hijriah, Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, menuntun dan membimbing perjalanan kita, menuju masa depan yang lebih baik dan dalam koridor iman dan taqwa.
Dalam kesempatan yang baik ini, dalam rangka memperingati 1 Muharram 1434 Hijriah, Tahun Baru Islam, mari kita mengingatkan diri sendiri agar jangan menyia-nyiakan waktu, kesempatan yang diberikan Allah dalam kehidupan ini.
Dengan kesadaran tinggi dalam memaknai tahun baru hijriah, kita optimis bahwa dengan ridha Allah SWT, seberat apapun persoalan yang kita hadapi akan dapat kita pecahkan secara bersama.
Memasuki tahun baru hijriah kita harus menyadari masih banyak tugas sebagai insan Allah, yang belum kita selesaikan. Dengan kesadaran seperti itu, kita akan makin terlindungi dalam aura iman dan takwa. Lebih dari itu, akan menjauhkan kita dari hal hal yang sifatnya merugi di kemudian hari.
Oleh karena itu marilah kita renungkan dan kita hayati bersama hal hal yang dapat kita petik kala memasuki tahun baru hijriah, kita mampu mengambil hikmah dari perputaran tahun itu sendiri. Bukan malah membuat kita makin lupa dan terpuruk pada hal hal yang sifatnya duniawi.
Mari kita buat rencana kehidupan secara jujur, bermuhasabah atau introspeksi dan renungkan kembali, apakah batang usia yang telah kita lalui menimbulkan manfaat atau bahkan kadang membuat mudharat bagi orang lain. Marhaban 1434 Hijriah.
http://aceh.tribunnews.com