Puasa Romadhon


Merupakan rukun islam yang ke tiga, adappun ayat Al-Qur'an yang terkait  dengan puasa romadhon sebagaimana Firman allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 yang Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa".
Di dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, melalui ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala berbicara kepada orang-orang beriman dari kalangan umat ini dan memerintahkan shaum kepada mereka.

Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu mengatakan, bahwa apabila sesuatu ayat dimulai dengan panggilan :
"Hai orang-orang yang beriman" menunjukkan bahwa ayat tersebut mengandung perihal yang penting atau suatu larangan yang berat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memperhitungkan bahwa yang bersedia memikul perintah-Nya untuk menjalankan shaum Ramadhan hanyalah orang-orang yang beriman. Maka ibadah shaum ini adalah suatu perintah yang membutuhkan pengorbanan kesenangan diri dan kebiasaan setiap hari. kemudian Allah SWT menyifatkan bahwa shaum di bulan Ramadhan ini adalah untuk-Nya dan Allah sendiri yang akan mengganjarnya.

Karena itu, orang yang merasa di dalam dirinya ada iman, tentu akan bersedia mengubah kebiasaannya, menahan nafsunya, bersedia bangun malam untuk makan sahur. Lalu bersedia menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami isteri, sejak terbit fajar hingga maghrib, selama bulan Ramadhan