“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
(QS. At Taubah [09] : 128)
Adalah Khubaib Bin Adi yang merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW Saat itu dia diutus oleh Rasulullah ke tempat kaum kafir Mekkah bersama beberapa sahabat yang lain. Dan singkat kisah dia akhirnya ditahan oleh para dedengkot kafir Mekkah yang sangat benci dan dendam pada Rasulullah, terutama setelah mereka kalah dalam sebuah peperangan dan banyak dari keluarga tercinta mereka yang tewas dalam perang melawan Rasulullah tersebut.
Dan sebagai bentuk pelampiasan balas dendam, mereka kemudian menyiksa Khubaib Bin Adiy dengan cara mengikatnya dalam kayu berbentuk salib. Lalu sejurus kemudian batu, panah, dan berbagai dera siksa mendarat di sekujur tubuhnya. Setelah puas dengan bentuk penyiksaan maha hebat dan melihat Khubaib tak berdaya, salah seorang dedengkot kaum kafir Mekkah tersebut bertanya padanya, “Wahai Khubaib, seandainya Muhammad berada di tempatmu (disiksa) sekarang dan menggantikan posisimu. Apakah kamu rela?” . Khubaib yang mulanya terdiam tak berdaya sekonyong-konyong menatap dengan penuh yakin dan berbicara lantang pada mereka yang kata-katanya sungguh sangat indah dan dikenang oleh sejarah Islam. Khubaib berkata, “Demi Allah jika saja Muhammad hanya tertusuk duri sekalipun sedangkan aku saat itu berada di tengah-tengah keluargaku, sungguh aku tak akan rela sedikitpun.”
Jawaban yang sungguh hebat inilah yang kemudian dijawab oleh salah satu pemuka kaum kafir Mekkah, “Sungguh tidak pernah kudapati seorang anak manusia pun yang mencintai manusia lain melebihi apapun di dunia ini seperti yang dilakukan oleh para Sahabat Muhammad terhadap Muhammad.”