Jamaah Masjid Baiturrahim Perumnas Guwosari
Ibadah Umat Amanah
Tersesat Masuk surga
Semboyan “Tersesat Masuk Surga” membuat banyak orang menduga-duga maksudnya: Mau bikin aliran sesat? Mau membela aliran sesat? Atau bagaimana? Jangan asal bikin semboyan, brow! Semboyan tersebut memang slengekan, lebih tepatnya guyon maton, tapi tidak asal-asalan, tidak asal ngawur dan ada dasarnya. Kelihatan gaul dan bikin penasaran. Apa dasarnya? Ada peristiwa, kurang-lebihnya begini: Suatu ketika, Nabi SAW bersabda kepada para sahabat, ”tidak ada orang yang pantas masuk surga karena amal baiknya”. Para Sahabat heran, dan bertanya: “Termasuk kami, para sahabatmu ini, Ya Rasul?” Nabi menjawab: “Termasuk kalian juga”. Sahabat makin heran dan ketakutan, lantas bertanya lagi: “Bagaimana dengan dirimu,Ya Nabi?”
Sabda Nabi makin mengejutkan, “Termasuk diriku, tidak pantas masuk surga karena amal baikku”. Para sahabat pucat, mereka bergumam: “Berarti tidak ada yang masuk surga…” Dalam situasi genting, Nabi justru tersenyum, dan bersabda, “Banyak, banyak sekali yang masuk surga. Insyaallah termasuk kita. Tapi, kita ini masuk surga karena belas-kasih Allah, bukan karena amal kebaikan kita. Amal kebaikan kita itu untuk mengimbangi nikmat yang telah dianugrahkan Allah kepada kita saja takkan cukup.”
Sabda Nabi makin mengejutkan, “Termasuk diriku, tidak pantas masuk surga karena amal baikku”. Para sahabat pucat, mereka bergumam: “Berarti tidak ada yang masuk surga…” Dalam situasi genting, Nabi justru tersenyum, dan bersabda, “Banyak, banyak sekali yang masuk surga. Insyaallah termasuk kita. Tapi, kita ini masuk surga karena belas-kasih Allah, bukan karena amal kebaikan kita. Amal kebaikan kita itu untuk mengimbangi nikmat yang telah dianugrahkan Allah kepada kita saja takkan cukup.”
Label:
Rosululloh dan Umatnya,
Tausiyah
Sakit
Dalam hadits Al Mujtaba SAW kurang lebih juga bersabda: tak henti-hentinya anak-cucu Adam itu terkena cobaan selama ia berbuat dosa, sedangkan selagi nyawa dikandung badan, anak-cucu Adam itu takkan pernah luput dari perbuatan dosa. Malah, setiap muslim itu tiap harinya pasti terkena bencana atau cobaan, biarpun kecil, seperti kena duri atau sedikit pusing. Hadits-hadits tersebut banyak dikutip banyak kitab hadits, termasuk Riyadlus Salihin.
Diantara bencana dan cobaan yang paling sering ditemui adalah sakit. Al Mughits SAW menjelaskan, sakit sehari bagi orang beriman itu menghapus dosa satu tahun. Diterangkan juga bahwa ada dosa tertentu yang tak bisa dihapus dengan cara apapun selain harus ditebus dengan sakit. Di dalam kitab Ihya Ulumiddin dilaporkan, ada seorang wali (kekasih Allah) yang hobinya sakit. Kalau sembuh, berdoa minta sakit lagi. Ketika ditanya bukankah sakit itu tidak enak/menyenangkan, maka jawabnya: dengan sakit dosa langsung berkurang dan pahala terus bertambah.
Diantara bencana dan cobaan yang paling sering ditemui adalah sakit. Al Mughits SAW menjelaskan, sakit sehari bagi orang beriman itu menghapus dosa satu tahun. Diterangkan juga bahwa ada dosa tertentu yang tak bisa dihapus dengan cara apapun selain harus ditebus dengan sakit. Di dalam kitab Ihya Ulumiddin dilaporkan, ada seorang wali (kekasih Allah) yang hobinya sakit. Kalau sembuh, berdoa minta sakit lagi. Ketika ditanya bukankah sakit itu tidak enak/menyenangkan, maka jawabnya: dengan sakit dosa langsung berkurang dan pahala terus bertambah.
Label:
Tausiyah
Langganan:
Komentar (Atom)
